Rabu, 12 Agustus 2015

If you were me ^^

Look my eyes, there's something who made me so different
Should you helped me when i needed
Not avoid me when i confront it alone
If you were me, what have you need?

Penggalan itulah yang kadang membuat gue jenuh, terpaksa menghilang dari keramaian orang-orang yang gak mengerti sama sekali dengan apa yang gue rasakan. Terkadang juga terlalu naif menasehati diri sendiri, tabu buat diceritakan ke orang-orang yang katanya "peduli". So, apa yang musti gue lakukan agar mereka tahu bahwa cewek macam gue butuh diperhatikan?

Well, apakah gue harus memelas pada mereka agar mereka mau mendengarkan keluhan gue? Toh, mereka pun hanya "mendengar" tanpa bicara bagaimana yang semestinya gue lakukan untuk kedepannya.

Terlalu banyak orang menganggap remeh masalah yang diterpa saudaranya sendiri, bahkan nih, banyak yang bunuh diri lantaran ocehan mereka sama sekali gak digubris sama "mereka" yang katanya care. Padahal mereka termasuk gue hanya butuh didengar, diperhatikan, dimengerti dan diberi advice biar tahu bagaimana jalan keluarnya. Bukan malah justru di telantarkan.

Lihat banyak diantara mereka yang hilang akal ketika mereka merasa tersudut, merasa tersingkir bahkan terkucil dari milyaran orang yang gak pernah merasa iba akan kehadiran orang-orang yang labil ngadepin masalah. (termasuk gue)..

But, gue merasa beruntung juga sih sebenernya. Ada satu bahkan 3 orang yang mengerti kondisi hati gue ketika gue lagi diterpa masalah. Baik itu kecil atau besar, dan applause buat mereka, karena udah sedikit membantu dan me-recover hati gue yang sedang unmood. Sehingga gue bisa sedikit move dari masalah itu. Dan pastinya walaupun kadang sering stuck di tempat yang sama, gue merasa ada energi yang membuat gue sadar kalau gue harus bangkit.

*Sedikit catatan untuk diri sendiri agar lebih termotivasi..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar